Jumat, 08 November 2013

analisis artikel tentang kelaparan yang terjadi di seluruh dunia akibat sistem pemerintahan yang demokrasi



Artikel Lalu Syamsurizal

1 DARI 8 PENDUDUK DUNIA KELAPARAN
Sebanyak 842 juta orang mengalami kelaparan kronis pada 2011-2013 atau sekitar 12 persen dari total penduduk dunia.
Jakarta HN, satu dari delapan orang di dinia mengalami kelaparan parah, demikian laporan badan pangan dunia (FAO) , selasa (01/10). Sekaligus memperingatkkan para pemimpin dunia sebagaian wilayah dunia akan gagal menurunkan angka kelaparan ini pada 2015.
Dalam laporan terkait ketahanan pangan FAO memperkirakan sebanyak 842 juta orang mengalami kelaparan kronis pada 2011-2013 atau sekitar 12 persen dari total penduduk dunia. Jumlah penderita kelaparan di seluruh dunia ini turun 17 persen dari 1990-1992.
Angka baru ini lebih rendah dari estimasi terakhir yaitu 868 juta orang pada 2010-2012 dan 1,2 miliyar orang pada 2009, meski menunjukkan tren menurun, namu upaya untuk mencapai target millenium development goals (MDG) yaitu menurunkan angka kelaparan hingga separuhnya pada 2015 akan sulit tercapai.
Penyebabnya banyak negara yang belum mencapai tujuan yang diadopsi para pemimpin dunia di PBB pada 2000.
“negara-negara itu yang mengalami konflik selama dua dekade terakhir memiliki peluang terbesar mengalami kemunduran dalam penurunan angka kelaparan. “ demikian laporan FAO.
Negara-negara tak berpantai menghadapi tantangan besar untuk mengakses pasar dunia . sementara negara-negara dengan infrastruktur buruk dan institusi lemah menghadapi masalah tambahan lanjut laporan tersebut.
Menurut kriteria FAO program pangan dunia (WFF) dan dana international untuk pembangunan pangan  (FAD) kelaparan adalah kondisi disaat masyarakat tidak memiliki cukup makanan untuk kehidupan yang sehat dan aktif.
Dunia perlu berkoordinasi guna menemukan solusi atas perubahan iklim dan krisiS pangan. Laporan terbaru krisis pangan itu di tandatangani jose graziano da silva , derektur jendral FAO, kanayo f. nwanze, presiden international fumd for agricultural developmen dan ertharin cousin, direktur eksekutif program pangan dunia.
Para tokoh ketahan pangan ini bersama-sama menulis artikel berjudul “takckling the root causes of prices and hunger” guna merespon situasi krisis ini.
Mereka menyatakan, krisis pangan akan berdampak buruk, pada puluhan juta penduduk dalam beberapa bulan ke depan. Jika dunia tidak berkoordinasi mengatasinya. Menurut pengamatan mereka , ada dua masalah utama yang perlu di atasi. pertama masalah jangka pendek yaitu melonjaknya harga pangan (jagung, gandum dan kedelai) di pasar dunia. Masalah ini berdampak pada penduduk miskin dan semua negara yang mengandalkkan pada inpor pangan. Kedua masalah jangka panjang yaitu cara dunai memproduksi, memerdagangkan dan mengonsumsi pangan di tengah terus meningkatnya permintaan , populasi dan perubahan iklim. \oleh EKO B HARSONO.

Judul : 1 DARI 8 PENDUDUK DUNIA KELAPARAN
Penulis : EKO B HARSONO.
Tujuan
842 juta orang mengalami kelaparan kronis pada 2011-2013 atau sekitar 12 persen dari total penduduk dunia.
Dasar Pemikiran
satu dari delapan orang di dinia mengalami kelaparan parah, laporan badan pangan dunia (FAO) , selasa (01/10). Sekaligus memperingatkkan para pemimpin dunia sebagaian wilayah dunia akan gagal menurunkan angka kelaparan ini pada 2015.
Data dan Metoda
- Jumlah penderita kelaparan di seluruh dunia ini turun 17 persen dari 1990-1992.
- Angka baru ini lebih rendah dari estimasi terakhir yaitu 868 juta orang pada 2010-2012 dan 1,2 miliyar orang pada 2009
-Metoda : Induktif
Analisa
meski menunjukkan tren menurun, namu upaya untuk mencapai target millenium development goals (MDG) yaitu menurunkan angka kelaparan hingga separuhnya pada 2015 akan sulit tercapai.
Temuan
- banyak negara yang belum mencapai tujuan yang diadopsi para pemimpin dunia di PBB pada 2000.
-“negara-negara yang mengalami konflik selama dua dekade terakhir memiliki peluang terbesar mengalami kemunduran dalam penurunan angka kelaparan. “ demikian laporan FAO.
- Negara-negara tak berpantai menghadapi tantangan besar untuk mengakses pasar dunia . sementara negara-negara dengan infrastruktur buruk dan institusi lemah menghadapi masalah tambahan lanjut laporan tersebut.
Kesimpulan
Menurut kriteria FAO program pangan dunia (WFF) dan dana international untuk pembangunan pangan  (FAD) kelaparan adalah kondisi disaat masyarakat tidak memiliki cukup makanan untuk kehidupan yang sehat dan aktif.
Rekomendasi
Dunia perlu berkoordinasi guna menemukan solusi atas perubahan iklim dan krisis pangan. Laporan terbaru krisis pangan itu di tandatangani jose graziano da silva , derektur jendral FAO, kanayo f. nwanze, presiden international fumd for agricultural developmen dan ertharin cousin, direktur eksekutif program pangan dunia.
Kritik dan Saran
MATERI : SEJARAH NKRI. Dampak Culture Stelsel menyebabkan pribumi-pribumi termiskinkan dan kelaparan, terbodohkan dan tidak bias menyenyam pendidikan, terbelakang dan tidak percaya diri, tertindas oleh sistem, dan pada akhirnya terjajah secara fisik dan pemikiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar